Sudah menjadi ‘Common wisdom’ dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah Langsung bahwa kandidat petahana selalu diunggulkan untuk menang dan menjabat kembali. Namun beberapa pemilukada yang digelar tahun 2012, menunjukkan bahwa posisi incumbent tidak lantas menjadi jaminan kemenangan.
Pemilukada Kota Kupang pertengahan yang berlangsung dua putaran Mei-Juni 2012, berhasil melengserkan pasangan Incumbent Daniel Adoe dan Daniel Hurek. Pemilukada Kabupaten Bekasi Maret 2012 juga melengserkan dua kandidat incumbent Bupati Sa’duddin dan Wakil Bupati Darip Mulyana. Perkembangan termutakhir di prov DKI jakarta, Gubernur Fauzi Bowo terancam kehilangan posisinya, dan dipaksa bertarung lagi di putaran kedua September Mendatang. Pada putaran pertama, Fauzi harus puas bertengger di posisi kedua setelah pasangan Jokowi-Ahok.

Tetapi,  Pemilukada Kota Kendari pada Awal Juli 2012, menunjukkan tetap ada kandidat Incumbent (Pasangan Asrun-Musaddar) yang berjaya, bahkan memperoleh suara di atas 50%.
Mencermati fenomena menang dan kalahnya kandidat Incumbent, menjadi hal yang menarik untuk mengetahui faktor-faktor apa sajakah yang menyebakan kandidat incumbent berjaya, atau di sisi lain harus merelakan posisinya pada kandidat kompetitor lainnya. Kemenangan Kandidat Incumbent di Kota Kendari (Asrun-Musaddar) pada pemilukada Juli 2012 lalu dimana tim Media Survei Nasional terlibat di dalamnya akanmenjadi fokus kajian. Kemenangan incumbent di Kota kendari akan dibandingkan dengan pemilukada Kota Kupang, Bekasi dan DKI Jakarta. Kajian akan menjabarkan temuan apa saja yang dianggap membawa pengaruh pada kemenangan Asrun-Musaddar secara dominan  di Kota kendari

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here