Jakarta, 23 Februari 2026 – Keputusan Pemerintah Indonesia untuk secara resmi bergabung dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian yang digagas Donald Trump telah memicu gelombang diskusi dan pro-kontra di tengah masyarakat. Kebijakan strategis ini, yang mencakup komitmen pengiriman ribuan pasukan perdamaian ke Gaza serta iuran keanggotaan sebesar 17 triliun rupiah, menjadi sorotan utama dalam survei terbaru Median (Media Survei Nasional).
Berdasarkan pengambilan data pada 10-14 Februari 2026, Median menemukan bahwa mayoritas publik (50,4%) menyatakan TIDAK SETUJU Indonesia bergabung dalam Board of Peace. Penolakan ini didorong oleh kekhawatiran akan dominasi Amerika Serikat dan Israel (14,6%) serta keberatan atas beban iuran triliunan rupiah yang dianggap sebagai pemborosan (9,6%).
Temuan penting lainnya menunjukkan bahwa publik sangat peduli dengan isu Palestina. Sebanyak 66,2% responden merasa khawatir keanggotaan dalam BoP justru akan melemahkan posisi Indonesia dalam membela kemerdekaan Palestina. Selain itu, 62,5% publik menilai penjelasan pemerintah mengenai keputusan ini masih belum jelas.
Di tengah pusaran isu internasional tersebut, Median juga memotret dinamika elektabilitas tokoh nasional. Hingga Februari 2026, Prabowo Subianto masih kokoh memimpin klasemen elektabilitas calon presiden dengan 29%, diikuti oleh Anies Baswedan (20,6%) dan Dedi Mulyadi (17%). Sementara untuk posisi calon wakil presiden, Gibran Rakabuming Raka menempati urutan teratas dengan elektabilitas 17,9%.
Dapatkan data mendalam mengenai sikap berbagai organisasi kemasyarakatan (seperti NU dan Muhammadiyah) terhadap isu ini, alasan mendetail di balik pro-kontra publik, serta tren elektabilitas 10 besar tokoh nasional selengkapnya dalam laporan lengkap kami.









